Aimas, sorongkab.go.id – Sebanyak 12 kelompok nelayan di Kabupaten Sorong menerima bantuan berupa sarana penangkapan ikan,  yang merupakan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dan program ini merupakan prioritas unggulan, yang  diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati  Johny Kamuru, Selasa (22/12-2020) di Aimas.

Kepala Dinas  Perikanan Kabupaten Sorong Bekti Giri Wahyuni mengemukakan, program ini menjadi agenda rutin tahunan dari dinas yang dipimpinnya. Hal ini mengingat dengan potensi sumber daya alam di daerah ini, di mana sebagian besar nelayan berada di wilayah pesisir, ujarnya.

Bekti mengakui, setiap tahun proposal yang masuk ke Dinas Perikanan  berasal dari kelompok nelayan cukup banyak, yaitu sekitar 500-an.

Namun, mengingat dengan adanya pandemi Covid-19 untuk tahun ini bantuan bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Barat sekitar 12 kelompok nelayan, dan ada sekitar 16 kelompok juga  memperoleh bantuan bersumber  dari Dana Alokasi Khusus 2020, urai Bekti.

Kalau yang bersumber dari dana Otsus hampir menyebar ke sejumlah wilayah distrik pesisir. Seperti  di antaranya dari Distrik Makbon, Klamono, Mayamuk, Aimas, Salawati Selatan, dan Distrik Bagun.

“Jadi, semua  yang memasukkan proposal tidak serta merta untuk diakomodir semuanya. Memang ada tim kita dari Dinas Perikanan turun survey ke lapangan, dan kemudian melakukan verifikasi apakah  mereka (kelompok nelayan) layak atau tidak untuk menerima bantuan,” bebernya.

Sementara itu, bantuan yang diterima kelompok nelayan masing-masing  berupa motor tempel 15PK serta alat tangkap sebanyak tiga pis, jangkar seberat sembilan kilogram sebanyak satu buah, nilon (senar) nomor  50,60  dan 70 masing-masing sebanyak tujuh kilogram.

Berikutnya,  mata pancing nomor 8,10, 12 masing masing empat dus, pemberat 20, 250 dan 300 gram sebanyak lima buah, tali jangkar delapan kilogram dan lampu petromaks sebanyak dua buah.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh para ketua kelompok nelayan bersedia merawat bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya, kelompok nelayan dianjurkan tidak memindahtangankan atau menjual bantuan dimaksud. Apabila di kemudian hari diketahui memindahtangankan bantuan tersebut, maka kami (kelompok nelayan) siap diproses sesuai ketentuan yang berlaku atau kami siap dipidanakan.

Kemudian kelompok nelayan yang menerima bantuan ini untuk membuat laporan perkembangan penangkapan ikan  secara rutin pada tiap tahun berjalan. (kk/2020)