Sorong, InfoPublik – Bupati Sorong Johny Kamuru bersama jajaran Pemerintah Daerah serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengimbau kepada semua elemen masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Imbauan itu, saat usai mengadakan rapat evaluasi terkait dengan demontasi aksi massa beberapa hari belakangan ini, baik yang terjadi di Manokwari, Kota Sorong sebagai imbas dari insiden kecil yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Rapat koordinasi yang tutut dihadiri Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna, Ketua DPRD Adam Klouw, Wabup Suka Harjono, pejabat yang mewakili Dandim Sorong, para ketua ikatan organisasi sosial kemasyarakatan maupun para tokoh agama membahas berbagai hal yang berkaitan dengan situasi daerah terkini.

Kegiatan rapat tersebut berlangsung di ruang pola Setda Kabupaten Sorong, Rabu (21/8/2019) di Aimas.

Secara umum situasi  kondisi yang ada di wilayah Kabupaten Sorong  terpantau masih dalam keadaan aman dan kondusif.

Namun demikian, sebagai imbas dari aksi demontrasi yang terjadi di wilayah Kota Sorong, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pemkab Sorong tidak dapat melaksanakan tugas sebagai mana biasanya.

Hal ini disebabkan hampir sebagian besar ASN yang bertugas di Pemkab Sorong tidak dapat berkantor, karena banyak yang berdomisili di wilayah Kota Sorong.

Bahkan sejumlah jalan utama belum bisa terakses khususnya kendaraan roda 4, dimana pada beberapa titik tertentu pada badan jalan masih tertutup dipalang dengan sejumlah pepohanan, batu, dan lain sebagainya.

Bupati Sorong Johny Kamuru mengatakan, kita tidak perlu lagi bicara melebar terkait kejadian di sana (Jawa Timur), tapi bagaimana bisa kita sikapi agar sitausi kondisi yang ada di wilayah ini tetap aman dan kondusif.

“Saya berharap zona damai yang ada di Kabupaten Sorong agar tetap terjaga. Terutama dari para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun para ketua paguyuban tetap konsisten agar situasi di daerah ini tetap terjaga,” imbau Kamuru.

Beberapa kali di berbagai kesempatan, dirinya selaku bupati terus mengimbau kepada para pejabat maupun staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong untuk selalu jaga mulut jangan sampai salah bicara.

Jika, hal itu terjadi maka akan berdampak kepada pemerintah.  Penyampaian atau imbauannya itu dapat kita petik khidmat bagaimana kita selalu menjaga perkataan dimana kita bicara, dengan siapa yang diajak ajak bicara serta waktunya juga harus tepat, kata Bupati Sorong.

“Kita harus akui bersama hubungan persaudaraan yang kita bangun khususnya di Kabupaten Sorong telah berlangsung baik sekian puluhan tahun, dengan tanpa saling membedakan atau  melihat latar belakang  atau daerah mana warga itu berasal. Tapi kebersamaan itu tetap kita jaga untuk tetap dipertahankan,” sebut Kamuru.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sorong meminta Kapolres untuk memfasilitasi aksi demo damai  warga yang akan menyampaikan aspirasinya ke DPRD setempat.

Bahkan dirinya sudah telepon ke Ketua DPRD dan para anggota dewan agar hari ini selalu standby di kantor untuk menerima berbagai aspirasi masyarakat, sehingga semuanya bisa berjalan. “Namun,  yang penting tidak menggunakan tindakan anarkis,” harapnya. (MC Kab. Sorong/rim/ toeb)