Aimas, sorongkab.go.id – Bupati Sorong diwakili Kepala Kesbangpol Adri B. Timban membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), dan sekaligus rapat koordinasi wilayah II Gerakan Pemuda Ansor Papua Barat.

Kegiatan yang berlangsung di aula Pondok Pesantren Syalafiyah Kelurahan Makbusun, Distrik Mayamuk, Jum’at (8/11-2019), terkait dengan PKL GP Ansor ini  merupakan salah satu proses pembentukan karakter dibekali dengan berbagai pengetahuan yang memadai bagi para peserta yang tergabung dalam organisasi ini, jelas Bupati Sorong.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana kegiatan, mewakil GP Ansor Kabupaten Sorong Abdul Salam mengatakan, kegiatan Gerakan Pemuda Ansor tingkat dasar adalah Pelatihan Kepemimpinan Dasar  (PKD) dan kegitan Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dari kegiatan kaderisasi tingkat 2.

“Sebenarnya kegiatan ini direncanakan pada bulan Agustus, akan tetapi situasi pada saat itu kurang kondusif, bahkan saya menjadi orang yang paling banyak di telepon oleh beberapa pejabat, dimana untuk rencana kegiatan ini untuk sementara ditunda karena situasi tidak memungkinkan, aku Salam.

Perlu saudara-saudara ketahui pakaian loreng yang digunakan Banser berbeda dengan seragam  TNI,  dan ini sudah resmi sesuai dengan AD ART (anggaran dasar dan anggaran rumah tangga) organisasi.

Jadi,  kalau sekarang ini banyak kita dibulli ini tentara gadungan atau apa kok pakaian seragam sama dengan TNI, kita memang sama-sama menjaga NKRI. Bedanya anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia)  digaji sementara  kita tidak digaji (sukarela) saja dari para anggota, jelas Salam.

Pemerintahan kedua Jokowi ini ada instruksi untuk mari kembali ke barak.  Baraknya Banser adalah pesantren, salah satu tugas Banser,  yakni menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dari paham-paham yang bertentangan dengan Negara, ucapnya.

“Satu Barisan Mengawal Aswaja Menjaga Bangsa,”menjadi tema yang diusung pada kegiatan PKL ini.  (kk/2019)