Aimas, sorongkab.go.id – Bupati Sorong, diwakili Staf Ahli Bidang SDM Wa Ode Likewati dalam sambutannya mengatakan,  kekerasan terhadap anak patut dihindari, karena secara umum dapat mengganggu mental dan moralitas anak, yang tumbuh dan kembang masih  membutuhkan berbagai sentuhan dalam mendidik bagi si  anak itu sendiri.

Hal itu disampaikan Wa Ode Likewati, saat membuka  acara sosialisasi pencegahan terhadap anak, yang diselenggarakan oleh Dinas  P2KBP3A (Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sorong, yang berlangsung di Aquarius Hotel Aimas, Rabu (11/12-2019).

Dijelaskan, kekerasan terhadap anak sering terjadi, baik di lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan sekolah.

Kekerasan terhadap anak merupakan salah satu dari pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM).

Bahkan pula bentuk  kekerasan terhadap anak diklarifikasikan menjadi kekerasan secara fisik, psikologi, seksual, dan kekerasan secara sosial, beber Wa Ode mengutip sambutan Bupati Sorong.

“Banyak orangtua menganggap kekerasan pada anak adalah hal yang wajar. Mereka (orangtua) beranggapan kekerasan adalah bagian dari mendisiplinkan anak,” bebernya.

Mereka (sang anak) lupa bahwa orangtua adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam mengupayakan perlindungan dan tumbuh kembang anaknya.

Keluarga adalah tempat pertama kali anak belajar mengenal aturan yang berlaku di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Namun, orangtua menyikapi proses belajar anak yang salah ini dengan kekerasan.

Bagi orangtua,  tindakan anak yang melanggar perlu dikontrol dan dihukum. Begitu pula kekerasan yang dilakukan oleh para guru di lingkungan sekolah, dengan dalih untuk mendisiplinkan peserta didik.

Mengakhiri sambutan, Wa Ode atas nama Bupati Sorong menyampaikan apresiasi terhadap Dinas P2KBP3A atas terselenggaranya sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas anak dan perempuan di daerah ini.

Para peserta diharapkan dapat memahami tentang bagaimana caranya mendidik dan mendisiplinkan anak tanpa menggunakan kekerasan.

Selain itu, ada konsekuensi hukum yang akan dihadapi terhadap tindak kekerasan pada anak, sehingga angka kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah dapat diminimalisir, pinta Bupati Sorong Johny Kamuru.

Turut hadir dalam kegiatan ini, yakni Kepala Dinas P2KBP3A Dorce Kalami, para pejabat eselon III yang mewakili piminan OPD, para lurah, ketua organisasi wanita, para guru, tokoh agama serta perwakilan pelajar tingkat SMP dan SLTA di Kabupaten Sorong. (kk/2019)