Bertempat di Pelabuhan Konteiner Arar Kabupaten Sorong, Jumat (11/102019), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Darmin Nasution meresmikan Pengoperasian Ekonomi Khusus (KEK) Sorong yang merupakan 1 dari 7  wilayah Ekonomi Khusus yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2016. Kawasan Ekonomi Khusus Sorong sejak tahun 2016 telah menelan biaya pembangunan Rp. 497 Milliar yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Papua Barat serta dari APBD Kabupaten Sorong.

Pemerintah berharap tujuan dari dioperasikannya Kawasan Ekonomi Khusus ini adalah untuk meningkatkan perekonomian daerah yang nantinya didukung oleh sumber daya lokal dan lintas daerah. Pemerintah Provinsi Papua Barat (PB) dan Pemerintah Kabupaten Sorong secara khusus berharap dengan dioperasikannya Kawasan Ekonomi Khusus ini kesenjangan kesenjangan pembangunan antar wilayah sebagaimana ditetapkan dalam target nasional dapat diimbangi dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah menjadi 7 Persen, indeks pembangunan manusia sebesar 64,5 Persen, dan akan menurunkan presentasi tingkat kemiskinan penduduk sebesar 20,93 Persen pada tahun 2019.

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong menggunakan lahan seluas 523,7 Hektar, dimana fokus kegiatannya diutamakan pada industri pengolahan nikel, kelapa sawit, hasil kehutanan, perkebunan dan pusat logistik berkarya. Setelah dioperasikannya Kawasan Ekonomi Khusus Sorong nantinya akan menghasilkan devisa sebesar 32,5 Trilliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 15.024 Orang. Saat ini pelaku usaha dalam Kawasan Ekonomi Khusus Sorong antara lain PT. Mega Putra Prima Industri, PT. Hendrison Inti Persada, PT. Semen Bosowa, PT. Bumi Sarana Utama, PT. Semen Gresik, dan Kebun Makmur yang bergerak pada industry kelapa sawit.

Darmin Nasution berharap Kawasan Ekonomi Khusus dapat memberi manfaat bagi perekonomian negeri dan berdampak penting bagi kehidupan perekonomian di Wilayah Papua Barat khususnya masyarakat kabupaten sorong. Selain itu Pemerintah Pusat akan membekali keahlian bagi tenaga kerja di wilayah kabupaten sorong dengan dibangunnya BALAI LATIHAN KERJA dan Sekolah Menengah Kejuruan Vokasi yang memadai agar nantinya warga lokal dapat menjadi tenaga kerja yng handal dan siap di tempatkan dalam Kawasan Ekonomi Khusus.

Darmin Nasution juga menitipkan pesan Presiden R.I Joko Widodo agar pemerintah daerah memberikan kemudahan dalam perijinan bagi investor dengan tidak mengabaikan aturan – aturan yang berlaku, penyediaan infrastruktur sebagaimana kewenangan daerah, dan diharapkan Badan Usaha Milik Daerah mampu memberi sosialisasi dan promosi agar dapat menarik minat investor.

Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru, S.H.,M.Si menyambut baik terlaksananya Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus dan akan menindaklanjuti pesan Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk pembangunan dan peningkatan perekonomian kabupaten sorong.

Turut hadir dalam acara peresmian ini Pangko Armada III Sorong, Danlantamal XIV Sorong, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua Organisasi – Organisasi Wanita, Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Se-Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Sorong, Insan Pers dan Undangan lainnya. (ALFARO/sorongkab.go.id)