Aimas, sorongkab.go.id –  Meski menuai  sedikit hambatan, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kalabia tetap diberangkatkan dari pelabuhan Arar, Kabupaten Sorong menuju Fak-fak dan Wahai Kabupaten Maluku Tengah.

Permasalahan pemberangkatan penumpang menuju kedua pelabuhan  tersebut, disinyalir ada larangan khusus bagi penumpang tujuan Fakfak sampai saat ini, sesuai dengan surat yang sudah dikeluarkan oleh Bupati Fak-fak bahwa daerah tersebut belum menerima pelaku perjalanan dari daerah lain.

Buntut dari kejadian tersebut, jelas Koordinator Bidang Transportasi, Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong Salmon Samori di pelabuhan Arar, Rabu (10/6-2020),  dimana pihaknya sudah lakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Fakfak terkait hal ini.

Begitu pula untuk penumpang tujuan pelabuhan Wahai,  kami belum mendapatkan surat. Tapi informasi dari Satgas Covid-19 wilayah setempat, meminta bagi penumpang yang akan menuju pelabuhan dimaksud adalah mereka (penumpang), yang sudah mengikuti rapid test

Bahkan hasil rapid test telah kita kirimkan 2 jam lalu, untuk diketahui sesuai permintaan dari Satgas Covid-19 Wahai.

Namun, meski sedikit terganjal,  kami Satgas Covid-19 Kabupaten  Sorong sudah berupaya semaksimal mungkin agar penumpang dapat berangkat, dan upaya itu berhasil.

Setelah berkoordinasi dengan Dandim,  Kapolres dan kami sampaikan ke Satgas Covid-19 Wahai, Kabupaten Maluku Tengah,  maka untuk saat ini para calon penumpang diizinkan berangkat khusus ke  Wahai.

Sementara untuk Kabupaten  Fak-fak menyarankan kalau ada lagi yang mau berangkat rute berikutnya harus ada hasil rapid test, tapi  khusus hari ini  (Rabu kemarin) boleh berangkat tanpa hasil rapid test.

Samori berharap kiranya penumpang Wahai dari Sorong nanti  harus mematuhi aturan ketika tiba di Wahai,  karena sebelumnya berdasarkan sumber informasi yang kami peroleh bahwa masyarakat dari Sorong tidak mematuhi peraturan di sana, akunya.

Kami juga mendapat informasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Fakfak bahwa calon penumpang diperbolehkan berangkat menuju daerah tersebut, dengan syarat memiliki KTP Fak-fak, dan surat keterangan sehat dokter atau surat keterangan sehat Satgas Covid-19.

Sebelum diberangkatkan para penumpang yang berjumlah 97 tersebut, ikuti pemeriksaan suhu tubuh, dan pemeriksaan identitas diri berupa kartu tanda penduduk. (kk/2020)