Sorong, InfoPublik – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong akan dibangun di atas lahan seluas 523,7 hektare, dengan nilai investasi sekitar Rp 3,1 triliun. KEK Sorong secara strategis berada pada jalur lintasan perdagangan internasional Asia Pasifik dan Australia, ujar Bupati Johny Kamuru, saat berada Belt and Road Summit di Hongkong, (11-12/9/2019).

“KEK Sorong memiliki keunggulan geoekonomi,  yaitu potensi di sektor perikanan dan perhubungan laut. Strategis untuk pengembangan industri logistik, agro industri serta pertambangan,” ujar Kamuru.

Di lokasi kawasan yang menjadi pusat industri ini bakal dikembangkan dengan basis kegiatan industri galangan kapal, agro industri, industri pertambangan dan logistik.

Bahkan  KEK Sorong diperkirakan akan menarik investasi sebesar Rp 32,2 triliun hingga 2025 dan menyerap 15 ribu tenaga kerja.

Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, maka banyak sejumlah kemudahan yang diberikan pemerintah untuk pengusaha yang melakukan investasi di kawasan tersebut.

“Berbagai kemudahan dimaksud,  antara lain insentif pengurangan pajak, bebas bea masuk, kemudahan berbagai perizinan, fasilitas lalu lintas barang, dan lain sebagainya,”tambahnya.(Humas/MC Kab. Sorong/rim/eyv)