Aimas, sorongkab.go.id –Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Papua Barat Frans Pieter Istia mengungkapkan, khusus bagi kita yang berada di wilayah  Papua umumnya, pengguna teknologi informasi digital masih dibutuhkan berbagai tahap penyesuaian.

Bisa saja dengan kata lain berusaha menyesuaikan dengan kemajuan zaman, jelas Frans mewakili gubernur, saat menutup kegiatan pembinaan dan pemberdayaan forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat, yang berlangsung di City View Hotel Kota Sorong, Jum’at (29/11-2019).

Bahkan  kita masih mengalami degradasi ketertinggalan dari sebuah kemajuan itu sendiri.”Memang sangat dirasakan saat ini khusus kita yang ada di belahan timur Indonesia, termasuk kita di wilayah Papua umumnya,” aku Frans.

Sementara di daerah lain, sambungnya kalau bicara soal teknologi sudah menjadi bagian seluruh dari kehidupannya. Termasuk berbagai pengembangan taraf hidup mereka sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Kita masih berjuang bagaimana bisa memahami teknologi dulu baru bisa diaplikasikan   termasuk terkait dengan usaha kita, katanya.

Berbicara masalah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) paradigma memang sedikit berbeda antara kita di wilayah  timur Indonesia beda dengan mereka (masyarakat) yang berada di wilayah lain.

Artinya, dengan KIM ini mereka kumpul berdiskusi  mitra dengan pemerintah untuk menjadi pelaku-pelaku pembangunan. Tapi untuk kita di Papua masih membutuhkan sentuhan-sentuhan pemberdayaan, termasuk merubah maindset (pola pikir), selanjutnya baru kita bisa menerapkan KIM secara mandiri dari kesadaran dari si pengguna informasi itu sendiri.

Jadi, kehadiran pemerintah agar bagaimana bisa mendorong ini semua, dimana keberadaan KIM sebagai suatu lembaga publik yang dibentuk/ dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Tentunya mereka (masyarakat) secara mandiri melihat segala potensi yang ada di sekelilingnya untuk dibahas/diskusi secara bersama  atas sebuah ide yang diangkat dalam rangka pengembangan informasi dan komunikasi sebagai bahan dalam peningkatan ekonomi dari kelompok tersebut, tutupnya. (kk/2019)