Bertempat di Pendopo Kediaman Bupati, Bupati Sorong Dr Johny Kamuru S.H.,M.Si menghadiri kegiatan Focus Group Discussion “Percepatan Konversi BBM Ke Gas Untuk Pembangkit Listrik PLN Dengan Optimalisasi Gas Started Di Wilayah Indonesia Bagian Timur”Sabtu 23/10/2021

Diawal sambutannya Bupati menyampaikan selamat datang kepada Direktur Utama PT. Pertamina Gas beserta Rombongan di Kabupaten Sorong , sebuah daerah yang sudah dikenal sejak dulu zaman kolonial Belanda sebagai daerah penghasil Migas dan puji tuhan hingga saat ini berkat Tuhan masih kita rasakan hal yang paling dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Sorong dan juga tentunya kota Sorong.

Ketersediaan Energi listrik hasil dari pembangkit Listrik Tenaga Gas di tanah Papua merupakan perusahaan di mana pasokan Gas sebagai bahan bakarnya berasal dari perut bumi di wilayah Kabupaten Sorong, saya mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan Gasifikasi pembangkit listrik tenaga Gas dan di hari ini di ruangan ini akan diadakan FGD (Focus Groub Discussion) dalam kegiatan tersebut guna untuk membahas serta pendalaman permasalahan tersebut saya sebagai Bupati sangat mengapresiasi untuk program Glasifikasi tersebut selain karena lebih baik dari aspek lingkungan juga adanya jaminan pasokan Gas dari Salatiga ke tempat yang beroperasi di Kabupaten Sorong.

Dalam melakukan pengembangan jangan ragu untuk menggunakan Gas sebagai bahan bakar mesin pembangkit Listrik kepada bapak Dirjen ketenagalistrikan menjadi perhatian serius Selain itu dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik untuk wilayah Papua Barat
Kami sangat mendukung dan holdingnya PT. Malamoi Olom Wobok (MOW) ) untuk bekerjasama dengan PT PLN dalam menyediakan listrik beberapa waktu yang lalu tidak beberapa kali kami menyurat mohon kiranya mendapatkan perhatian dari pihak PT PLN
Setelah kegiatan ini kita akan bersama-sama menyaksikan ground breaking pembangunan Stasiun pengisian dan pengangkutan Elpiji di Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Sorong di Arar.

Disamping itu Direktur PT. MOW Gabriel H. Simanjuntak menyampaikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Sorong 50 MW menjadi lokasi pertama dari realisasi pelaksanaan gasifikasi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Ini ditandai dengan ditekennya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Indonesia Power dan PT Malamoi Olom Wobok (PT MOW).

Bahwa PJBG ini merupakan salah satu komitmen Indonesia Power dalam rangka menekan BPP listrik dan mendukung PLN dalam melaksanakan penugasan dari pemerintah sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2020 untuk menggunakan gas sebagai penganti HSD (High Speed Diesel) di 52 lokasi pembangkit yang tersebar di seluruh Indonesia. PLTMG MPP Sorong, yang telah beroperasi sejak tanggal 25 September 2019, menjadi lokasi pertamanya. PJBG ini untuk mencapai quick win Pemerintah di tahun 2020 Perjanjian ini juga untuk mendukung penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik.

Gas bumi yang dapat di optimalisasi, serta Bupati sorong juga mendorong dengan memakmurkan Masyarakat paten kabusorong dengan bahu-membahu bersama BUMN guna mempercepatan konversi BBM ke Gas dengan memanfaatkan Gas branded di wilayah Kabupaten Sorong maka dengan ini diadakannya FGD (Focus Groub Discussion) hari ini kami sangat berharap semua pihak yang berkomitmen membangun Indonesia akan memiliki komitmen dan semangat yang sama untuk membangun Indonesia bagian timur khususnya tanah Papua.

Direktur Utama PT. Pertamina Gas Ir. Wiko Migantoro menyampaikan dalam pegelolahan minyak tidak terlalu membutuhkan waktu yang cukup siknifikan produksinya bisa langsung diproduksi karena apa karena waktunya sudah cukup matang tapi gas tidak demikian itu harus ada pembelinya dahulu harus ada infrastruktur yang dibangun jasa harus ada kepastian produksi untuk itulah kita sekarang berkumpul di sini untuk memberikan sumbangan pikiran bagaimana kita mempercepat akselerasi pemanfaatan Gas di Wilayah Kabupaten Sorong khususnya di Indonesia timur.

Pada umumnya saya percaya teman-teman semua sudah hadir di sini sudah meluangkan waktunya itu mencerminkan niat sebetulnya untuk sama-sama berkontribusi melakukan klasifikasi di kawasan Indonesia Timur mudah-mudahan ini menjadi langkah yang baik.

Kegiatan ini juga ditandai dengan Penyerahan Cindramata Dari Ir. Wiko Migantoro ( Direktur Utama PT. Pertamina Gas ) kepada DR. Jhony Kamuru, SH. M.Si (Bupati Kab. sorong) dan Penyerahan Cidramata dari Ir. Wiko Migantoro ( Direktur Utama PT. Pertamina Gas ) kepada Gabriel H. Simanjuntak, ( Direktur Utama PT Malamoi Olom Wobok (MOW)

Setelah kegiatan FGD di pendopo selesai, kegiatan selanjutnya berpindah ke KEK Arar (Kawasan Ekonomi Khusus) untuk menyaksikan Ground breaking pembangunan Stasiun pengisian dan pengangkutan Elpiji.

Milton Pakpahan Komisaris PT. Pertamina Patra niaga menyampaikan, Pertamina sekarang sudah dibagi menjadi staf holding sesuai dengan kerja masing-masing dan perlu saya sampaikan bahwa konsumsi non subsidi semakin meningkat yang mana kita membutuhkan sarana dan prasarana sehingga kita bisa melayani kebutuhan masyarakat dimana pertumbuhan saat ini dipapua barat mencapai 22% dan saya bersyukur kepada TIM MOW yang ada sudah bekerja dengan baik dan maksimal dan saat ini komsumsi subsidi di Papua barat secara khusus disorong mencapai 18.000 tabung/bulan pengguna gas elpiji dan hal ini sudah cukup besar sekali serta dimana di Papua barat ini baru memiliki 5 agen baik yang ada dikota/Kabupaten.

SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) merupakan peningkatan sinergi dan komitmen dalam mendukung kemandirian energi yang berkeadilan dikabupaten Sorong Papua barat dan hal ini merupakan pertama sekali ada di Papua barat.

Saya ucapkan terima kasih kepada MOW atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Pertamina oleh karena itu kita harus dapat menjaga amanah ini, sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada kita semua.

Muhammad Said Nur, M.Si (Direktur Bisnis MOW sorong) menyampaikan, merupakan satu kebahagiaan untuk Kabupaten Sorong, namun akan dirasakan masyarakat tanah papua, dan dimana ditempat ini dikawasan ekonomi khusus akan dilaksanakan pembangunan SPPBE dan mudah-mudahan pembangunan ini dapat secepatnya terselesaikan.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Dirut PT Pertamina Patra niaga tadi bahwa masyarakat yang ada dipapua barat merupakan konsumen yang cukup tinggi untuk menggunakan tabung gas dimana kita juga akan memproduksi tabung 12 kg , 5 kg sampai 3 kg dan ini merupakan satu perjuangan kepala daerah (Bupati Sorong) dan Dirut MOW untuk mencetuskan ide-ide ini.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan persetujuan ijin prinsip oleh PT. Pertamina Patra Niaga kepada Dirut MOW Sorong yang disaksikan oleh Bupati sorong.(BY)