Identitas Daerah

Pemerintah Kabupaten Sorong dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 22 Tahun 1967, dijabat oleh Wakil Bupati sebagai koordinator wilayah kepala pemerintahan setempat. Sorong, Raja Ampat, Teminabuan dan Ayamaru yang dibentuk sebagai satu wilayah Kabupaten Administratif yang terpisah  dari Manokwari.

Setelah pelaksaan penentuan pendapat rakyat (Pepera) pada tanggal 01 Mei 1969, sebagai tonggak sejarah keberhasilan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan ditetapkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969, tentang terbentuknya Provinsi Irian Barat dan Kabupaten-Kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat. Dalam perkembangan sebagai daerah otonom selalu berupaya membenahi birokrasi, kemasyarakatan dan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

MAKNA LAMBANG PEMERINTAH KABUPATEN SORONG

  1. Perisai bersudut 5 adalah melambangkan kesiap-siagaan dan ketahanan  dan ketentraman terpadu. Bersudut 5 melambangkan jumlah 5 sila sebagai dasar negara kita.
  2. Warna dasar perisai adalah biru langit melambangkan ketentraman dan kedamaian.
  3. Garis tepi warna hitam melambangkan keteguhan dan keyakinan akan tercapainya segala cita-cita.
  4. Pita/selendang berwarna biru muda dengan garis tepi berwarna biru tua melambangkan bahwa Kabupaten Sorong dengan penuh keyakinan dan semangat dalam gerak pembangunan.
  5. Padi berisi 17 butir berwarna kuning emas bertangkai kuning emas yang terdapat disebelah kanan dan serangkai buah kapas yang terdiri dari 8 buah berwarna putih bertangkai/berkelopak hijau yang terdapat disebelah kiri, melambangkan cita-cita luhur berdasarkan jiwa dan semangat 17 Agustus 1945 mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
  6. Burung cendrawasih yang hendak terbang melambangkan masyarakat Kabupaten Sorong yang berjiwa dinamis dan semangat. Sedangkan jumlah sayapnya berjumlah 6 dan ekornya yang mengembang berjumlah 14 lembar melambangkan cita-cita luhur  berdasarkan jiwa dan semangat 17 Agustus 1945 mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
  7. Roda pembangunan yang berwarna hitam melambangkan masyarakat Kabupaten Sorong penuh dengan keyakinan dalam gerak dan usaha pembangunan disegala bidang.
  8. Jalinan lingkaran mata rantai berwarna  putih dan berjumlah 45 melambangkan jiwa persatuan dan kesatuan berdasarkan semangat perjuangan kemerdekaaan 17 Agustus 1945 dengan tulus dan suci.
  9. Bukit gunung berwarna biru tua dengan latar belakang warna hijau melambangkan Kabupaten Sorong berbukit/gunung yang subur. Laut melambangkan luasnya wilayah perairan Kabupaten Sorong merupakan laut maritim dengan sumber kekayaan hasil lautnya.
  10. Rig atau menara pengeboran minyak melambangkan bahwa Kabupaten Sorong merupakan daerah penghasil minyak dan gas. Kata nani bili yang berasal dari bahasa daerah salah satu suku di Kabupaten Sorong (Suku Moi yang artinya mari membangun).